Liverpool akhirnya sadar kalau butuh lebih dari sekadar nama dan sebarisan pemain terbaik dunia untuk bisa benar-benar menjadi klub juara dunia. Angka ratusan juta poundsterling yang mereka habiskan sekaligus di tahun lalu tak langsung menjamin tim ini bisa langsung terbang dan mengalahkan semua lawan mereka. Terbukti mereka hanya bisa menang di 1 kejuaraan dari target awal yang dipatok di 3 trofi sekaligus untuk satu musim. Mereka juga akhirnya mengaku salah dengan mempertahankan Arne Slot dengan semua kesalahan fatal yang dia lakukan. Sekarang, mereka memilih untuk berbenah. Pelatih lama dicopot dan yang baru dikenalkan. Tapi mereka juga memperluas usaha untuk membenahi semua sendi tim dengan mendatangkan pemain yang benar-benar berkualitas tanpa harus menggemboskan keuangan klub. Tak mau sembarang mengikuti tren, The Reds menggunakan Piala Dunia 2026 untuk menemukan pemain yang paling sesuai dengan kriteria mereka. Disana, mereka menemukan Andreas Schjelderup.
Andreas Schjelderup dan Pencarian Liverpool yang Terus Berjalan
Liverpool masih terus melanjutkan usaha mereka untuk melakukan pembenahan. Situasi yang mereka hadapi sekarang memang jauh lebih pelik dibandingkan tim lain. Kalau klub lain hanya perlu mengganti pelatih dan pemain, The Reds harus mau tidak mau membangun sebuah era setelah ditinggal beberapa pemain legendaris mereka. Semuanya harus dilakukan dalam waktu sekaligus dan cepat, Ketinggalan sedikit saja bisa membuat mereka semakin terjatuh. Ada banyak target penting yang harus dikejar, membuat mereka tak bisa bergantung kepada pemain dengan potensi besar, tapi butuh waktu lama untuk beradaptasi.
Terakhir mereka akhirnya mendapat kepastian kalau Mohamed Salah yang sudah menjadi bagian dari identitas klub ini akan pergi. Pemain kelahiran Mesir ini akan menyudahi perjalanannya bersama mereka, menandai satu lagi pemain legendaris yang memilih untuk meninggalkan klub yang nama besarnya ikut mereka bantu besarkan. Bagi Liverpool, kepergian Mohamed Salah akan menyisakan rasa sedih. Tapi mau tidak mau, mereka harus terus melanjutkan pencairanuntuk menemukan pemain pengganti yang tepat. Pencairan ini menjadi semakin sulit karena di waktu bersamaan, ada beberapa pemain kunci di luar nama-nama legendaris tadi yang juga memilih untuk meninggalkan juara bertahan Liga Inggris ini.
Untuk menekan dampaknya seminim mungkin, Andoni Iraola yang ditunjuk sebagai pelatih baru mereka langsung bergerak cepat. Dia langsung berusaha untuk mengamankan beberapa pemain yang siap membantu mereka untuk menghadapi persaingan sulit yang sudah menunggu di depan mata. Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain dia tempatkan sebagia kandidat penting untuk membantu tugas sulit ini. Tapi angka besar yang mereka dengar dari Paris Saint-Germain membuat mereka harus berpikir ulang. Sambil terus melakukan negosiasi dengan PSG, Liverpool menyadari kalau mereka harus menggunakan waktu yang ada untuk mencari pemain lain. Mereka butuh pemain lain yang bisa menawarkan pengalaman dan kemampuan yang sama, waktu adaptasi yang cepat, dan nilai yang jauh lebih terjangkau.
Beberapa nama mereka pertimbangkan dengan tiga faktor ini sebagai pembanding. Dari sini, mereka menemukan kalau Andreas Schjelderup mungkin bisa memberikan jawaban yang mereka butuhkan. Perhatian mereka kepada pemain timnas Norwegia ini semakin bertambah setelah permainannya di Piala Dunia 2026. Tapi Liverpool sadar kalau mereka mungkin harus mengatur kesiapan diri dengan maksimal karena nama sebesar ini tak akan mungkin hanya menarik perhatian dari sumber tunggal.
Tertarik dengan Andreas Schjelderup
Iraola memang sudah sadar dari awal. Ketika mereka masuk ke perebutan ini, mereka tidak akan sendirian. The Reds hanya satu dari beberapa klub yang berharap kalau gelandang Benica tadi akan melirik mereka. Minat mereka untuk menariknya datang ke Anfield semakin bertambah berkat permainan gemilang yang dia tunjukkan di Piala Dunia 2026. Kabar ini juga sudah menjadi buah bibir di beberapa media, termasuk Portugal.
Selain Liverpool, Tottenham Hotspur dan Chelsea juga menunjukkan arah yang sama. Mereka paham kalau permainan gemilangnya bersama timnas Norwegia lahir tidak hanya berkat dukungan dari pemain lain seperti Erling Haaland, tapi juga karena kemampuannya yang tidak kalah mentereng. Sementara bagi Benfica, mereka paham dari awal penampilannya bersama timnas Norwegia, kalau pemainnya lambat laun pasti akan meroket namanya. Dinamika ini memaksa mereka untuk meningkatkan permintaan dari yang awalnya 40 juta Euro sampai menjadi 50 juta Euro.
Pemain yang masih berusia 22 tahun ini meningkatkan reputasinya dengan mencetak gol luar biasa ketika melawan Inggris dalam perempat final. Memang mereka akhirnya kalah dalam pertandingan ini. Tapi kegagalan ini tidak terjadi karena dia gagal bermain, tapi faktor lain. Kenyataan ini yang kemudian membuat klub-klub besar tadi percaya kalau mereka akan bisa melesat kalau bisa menggunakan kemampuannya. Bahkan dalam beberapa kesempatan, dia juga sempat melakukan 2 asist dan membantu Erling Haaland untuk memetik kemenangan prestisius mereka dari Brasil.
Kemungkinan 3 klub tadi untuk menarik Andreas Schjelderup datang juga semakin terbuka berkat pendiriannya. Beberapa media mendapat bocoran kalau pemain Benfica ini telah menolak upaya klub untuk membeirkan kontrak baru. Dia sekarang terbuka untuk mencari pengalaman di tempat lain, termasuk Inggris yang kabarnya menjadi tempat yang paling dia pilih dibandingkan lokasi lain.
Targetkan sebagai Alternatif Bradley Barcola
Dengan valuasi yang dipatok di sekitar 42,5 juta poudnsterling, Andreas Schjelderup mungkin akan membakan biaya hanya kurang lebih sepertiga dari 116 juta poundsterling yang harus dikeluarkan klub-klub kalau mau menarik Barcola keluar dari Paaris Saint-Germain. Dengan nilai yang sangat jauh lebih kecil, pemain ini menjadi salah satu pemain yang paling menjanjikan sekaligus ekonomis di waktu bersamaan, pada bursa kali ini
Memang tak ada yang meragukan kalau Barcola adalah pemain yang paling potensial sekaligus sudah menunjukkan kemampuan elitenya untuk bermain di level yang paling tinggi. Tapi Andreas Schjelderup juga telah menunjukkan di sepanjang Piala Dunia 2026 yang mereka ikuti sampai akhir kalau dia memimliki irama, kecepatan, akurasi, dan misi yang jelas untuk mencetak gol sebanyak mungkin di Liga Inggris.
Gol yang dia cetak ketika melawan Inggris mungkin tak bisa dilepaskan dari faktor keberuntungan. Tapi dia juga menunjukkan konsistensi permainan ketika di level yang paling tinggi. Sementara kemitraannya dengan Erling Haaland menekankan kemampuan dan kreativitasnya yang bisa dimanfaatkan Liverpool untuk membangun era setelah kepergian Mohamed Salah.
Dengan usia yang baru saja 22 tahun, pemain ini masih punya banyak ruang yang siap untuk dikembangkan. Faktor-faktor inilah yang kemudian menjadkannya opsi yang sangat menarik untuk semua klub, termasuk Liverpool. Kalau saja Liverpool percaya dan yakin kalau Andreas Schjelderup bisa mempertahankan konsistensinya seperti sekarang, mengamankannya dengan angka yang jauh lebih kecil dari Barcola akan memberi mereka keuntungan masif, di luar dan dalam pertimbangan keuangan. Keuntungan mereka akan semakin bertambah khususnya jika merekrut pemain PSG adi akan meninggalkan lebih sedikit ruang untuk pengembangan tim.

