Igor Tudor Persembahkan Hasil Buruk bagi Tottenham

Seru88 Igor Tudor

Penggemar Tottenham Hotspur harus kembali merasakan kecewa. Setelah suara mereka untuk mendapatkan pelatih baru berkualitas setelah ditinggalkan pelatih lama, sekarang fans Spurs harus kembali dihadapkan dengan rasa kecewa dari hasil pertandingan terakhir mereka. Igor Tudor, pelatih baru sementara Spurs dari awal mendapatkan penolakan dari penggemar. Kritik penggemar yang menganggap keputusan tim untuk menunjuknya sebagai pelatih sekarang mulai menunjukkan bukti. Dari pertandingan terakhir mereka ketika tim ini tak bisa menggulingkan Fulham, Spurs justru mencetak rekor yang memilukan, yang tidak pernah diinginkan penggemar tim sepakbola manapun.

Rekor Memalukan dari Igor Tudor

Tottenham Hotspur harus menghadapi perjalanan terjal. Keputusan untuk menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih sementara rupanya tidak membantu tim ini untuk bisa bangkit. Keputusan direksi dan manajemen tim yang tidak mendengarkan suara penggemar pada akhirnya berakibat fatal. Walau pelatih sempat percaya diri akan bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik dari yang sebelumnya mereka dapatkan dari pelatih yang lama, pertandingan terbaru mereka di hari Minggu membuktikan kalau semua ini tidak lebih dari janji biasa. Fulham yang menjadi lawan mereka pada pertandingan di hari Minggu itu membuktikan kalau Spurs masih berada dalam cengkeraman kuat bayang-bayang kegagalan. Bukannya menang, pertandingan ini memubat mereka menyamai rekor jumlah pertandingan mereka tanpa pernah menang sejak pertama kali tim ini bertarung di Liga Primer Inggris.

Sebelum turun pada pertandingan ini, semua penggemar Spurs berharap kalau mereka akhirnya akan bisa menang lewat pertandingan ini. Derbi London di Craven Cottage seharusnya menjadi kesempatan mereka memecah runtutan pertandingan tanpa tambahan 3 poin dari yang mereka miliki. Pertandingan ini seharusnya bisa menjadi jawaban untuk penggemar yang menanti momen ketika tim ini bisa bergerak menjauh dari zona degradasi. Pertandingan ini seharusnya menjadi momen penuh harapan setelah sebelumnay mereka kalah dari Newcastle United dalam pertandingan penuh rasa pilu di hari Sabtu yang lewat.

Tapi semua harapan itu tidak terjawab. Ketika wasit menyatakan pertandingan berakhir, skuad Igor Tudor dipastikan kembali kalah. Fulham berhasil tampil unggul dari mereka dengan mencetak 2 gol. Memang Spurs tidak sepenuhnya kehilangan tajinya. Mereka masih berhasil mencetak 1 gol. Tapi kedudukan yang tidak berbah sampai detik terkahir pertandingan membuat mereka harus mengakui lawan lebih unggul. Dua gol dari Alex Iwobi dan Harry Wilson yang lahir di babak pertama jadi terlalu sulit untuk mereka imbangi.

Tottenham Butuh Perbaikan Serius

Pertandingan ini memberi hasil yang sangat kontras bagi dua tim yang bertanding. Bagi Fulham, kemenangan yang mereka raih dari Spurs di peratndingan ini menjadi kemenangan ke-10 yang mereka dapatkan. Tapi bagi Tottenham, kemenangan sang rival adalah mimpi buruk bagi mereka. Kalah dari Fulham di pertandingan ini membuat mereka sekarang secara resmi sudah kalah dalam 6 pertandingan.

Spurs memang punya sejarah yang beragam. Tapi hanya pernah 1 kali ketika mereka gagal untuk menang 10 kali beruntun dalam Liga Primer. Momen ini terekam sejarh ketika terjadi antara bulan Januari dan Maret tahun 1994. Waktu itu, mereka menggunakan bantuan dari Ossie Ardiles untuk mengatur strategi.

Akankah Spurs dan Igor Tudor Tersingkir dari EPL?

Igor Tudor harus membuktikan kalau kehadirannya di tim ini bukan sekadar pengisi waktu kosong sampai mereka menemukan pelatih permanen yang baru. Dia harus membuktikan dengan caranya sendiri kalau tugas ini bisa diselesaikannya dengan baik. Paling tidak, Spurs tidak boleh tersungkur lebih jauh dari posisi mereka sekarang. Dari klasemen, Tottenham Hotspur saat ini menempati peringkatsetelah hanya bisa mengumpulkan 29 poin terhitung dari awal musim kompetisi. Jumlah ini terbilang sedikit, tapi setidaknya mereka masih unggul 2 poin dari Nottingham Forest yang berada sat posisi lebih rendah. Sementara kalau dibandingkan dengan West Ham United yyang menempati peringkat 18, mereka masih unggul 4 poin.

Penggemar mereka sekarang berharap kalau Igor Tudor bealajar dari semua kesalahannya. Mungkin satu kesempatan emas yang bisa digunakan pelatih ini untuk mengusir semua rasa skeptis ini adalah ketika mereka menjamu Nottingham Forest pada tanggal 22 Maret nanti. Tapi mereka bisa saja mengawali pertandingan ini di balik tim tamu. Situasi ini mungkin terjadi karena ada 2 pertandingan tingkat liga yang harus mereka jalani yaitu ketika tim ini bertanding masing-masing melawan Liverpool dan Crystal Palace.

Jadwal yang ketat tidak menjadi alasan bagi Spurs untuk bisa bermain dengan lengah. Justru Igor Tudor harus bisa membuktikan kepada penggemar mereka kalau timnya bisa berkembang di bawah tekanan waktu. Merkea harus bisa berkembang terutama dalam beberapa minggu yang akan datang. Tim ini harus bisa meningkatkan kemampuan mereka dengan signifikan. Empat lawan yang akan mereka hadapi di pertarungan berikutnya bukan lawan yang mudah. Mereka harus mengatur strategi untuk bisa memanfaatkan pertandingan nanti. Everton, Chelsea, Leeds United, dan Aston Villa akan menjadi penguji mereka dalam 4 pertandingan nanti.

Dari empat lawan yang harus mereka hadapi nanti, Chelsea dan Villa akan mengejar kesempatan untuk bisa mengamankan tiket masing-masing ke musim depan di UCL. Sementara Leeds United dan Everton terkenal jarang membiarkan lawan mereka bisa bermain dengan mudah. Jadi akan cukup mengejutkan kalau Tottenham berhasil mendapatkan jumlah poin maksimal ketika menghadapi empat lawannya ini.

Hasil dari pertandingan yang akan datang ini salah satunya akan ditentukan dari kesiapan pemain Spurs. Igor Tudor sempat tak bisa melanjutkan pertandingan mereka dengan optimal setelah kehilangan tenaga dari sekurang-kurangnya 10 pemain. Sepuluh pemain ini tak bisa memperkuat pemain mereka setelah harus absen karena masalah cedera atau harus menyelesaikan sanksi. Dalam pertandingan melawan Fulham sepuluh orang pemain yang tak bisa tampil mengikuti arahannya adalah Mohammed Kudus, Lucas Bergvall, Dejan Kulusevski, James Maddison, Destiny Udogie, sampai Cristian Romero.

Belum pernah ada satu tim di Liga Primer yang bisa menyelesaikan masalah kehilangan pemain dalam jumlah yang sebanyak ini. Tapi ini seharusnya tidak bisa menjadi alasan yang membenarkan tim ini untuk berjarak sedekat ini dari zona terendah sekaligus berbahaya dalam turnamen EPL. Banyakd ari pemain kunci dari tim ini belum akan bisa kembali bermain sampai paling cepat di bulan April nanti. Kalau tim ini tak bisa bergerak dari 3 peringkat terbawah dalam beberapa minggu ke depan, sulit untuk melihat mereka bisa keluar dari zona penuh bahaya ini.

West Ham United dan Nottingham Forest paham semua yang mereka perlu laukan untuk bisa bertahan. Sementara Tottenham Hotspur masih belum pernah menjalani pertarungan antara hidup dan mati untuk bisa keluar dari zona mematikan ini selama puluhan tahun. Pengalaman minim ini barangkali bisa menjadi bumerang berbahaya untuk mereka.