Tanggapan Thomas Frank tentang Mauricio Pochettino

Seru88 Thomas Frank

Tottenham Hotspur sedang berhadapan dengan tekanan kuat dari penggemar mereka. Fans sudah lama menyuarakan permintaan ke pemangku kepentingan di tim untuk segera mengambil keputusan untuk menyelamatkan tim ini. Nama Thomas Frank yang sekarang masih menjabat sebagai pelatih dianggap tidak akan bisa banyak membantu tim ini untuk tetap aman dari peluang mendapatkan tiket lolos ke UCL musim depan atau sekadar degradasi. Dari beberapa bulan yang lalu, sudah ada beberapa nama yang disuarakan penggemar, masing-masing dianggap pantas dalam kapasitasnya sendiri. Dari sekian nama yang muncul ke publik, ada banyak penggemar yang menyuarakan dukungan mereka agar Mauricio Pochettino kembali datang dan melatih tim ini. Memang dua nama ini sempat menjalin kerjasama di masa lalu sebagai tim dan pelatih.

Tanggapan Thomas Frank untuk Isu Mauricio Pochettino

Pelatih kepala dari Tottenham Hotspur, Thomas Frank, menegaskan kalau dirinya sama sekali tidak punya masalah dengan seruan penggemar Spurs. Fans Tottenham kembali menarik perhatian pada beberapa waktu yang lalu ketika mereka menyanyikan seruan di tengah pertandingan. Insiden ini menarik perhatian karena mereka tidak lagi hanya menyerang pribadi pelatih sekarang atau meminta ada pergantian untuk posisi penting ini. Tapi mereka langsung menyerukan sosok Mauricio Pochettino untuk datang kembali dan melatih tim mereka.

Pelatih Tottenham memang belakangan sedang berada dalam sorotan tajam publik terutama penggemar mereka. Banyak orang menyuarakan agar petinggi Spurs mengambil langkah tegas dengan memberhentikannya dari tugas sebagai pelatih. Tekanan besar ini semakin bertambah setelah tim ini dianggap masih belum berhasil keluar dari masa-masa gelap mereka. Sampai sekarang, tim ini bahkan sudah mengoleksi 7 kali pertandingan di Liga Primer Inggris yang gagal mereka menangkan secara beruntun.

Hasil terbaru yang membuat penggemar mereka semakin kecewa adalah di hari Sabtu yang lalu. Penggemar kembali harus merasa kecewa ketika tim ini kalah cukup telak dari Manchester United. Arahan baru dari Michael Carrick yang hanya berstatus sebagai pelatih interim berhasil meluluhlantakkan semua permainan pemain Spurs. Mereka kembali gagal meraih 3 poin penuh dari pertandingan ini. Akibat dari pertandingan ini, mereka tidak bisa meningkatkan posisinya di papan klasemen. Spurs harus puas dengan menempati peringkat 15 di klaemen EPL sekarang. Di posisi mereka sekarang, tim ini hanay berada 6 poin di atas zona degradasi. Posisi ini harus segera mereka perbaiki menjelang pertandingan berikutnya melawan Newcastle United.

Fans Kecewa dengan Thomas Frank

Penggemar jelas merasa sangat kecewa dengan hasil yang ditunjukkan Thomas Frank. Setelah menunggu sekian lama, mereka akhirnya menyuarakan permintaan tegas kepada pihak klub untuk mengambil langkah terukur. Tak mau menunjuk sembarangan orang untuk tugas penting ini, fans belajar dari Manchester United. Seperti Setan Merah yang kembali berhasil bangkit setelah menunjuk orang yang pernah punya riwayat bersama mereka, fans Spurs percaya kalau penunjukan Mauricio Pochettino akan menjadi jawaban yang mereka butuhkan. Tuntutan ini sudah mereka suarakan sejak beberapa minggu yang lalu. Tuntutan ini menjadi pesan jelas dari penggemar yang berharap besar akan hasil lebih baik. Suara tuntutan ini menjadi pesan kalau mereka akan dengan tangan terbuka menyambut pelatih kelahiran Argentina ini jika memang ada kesempatan untuk kembali menjalin kemitraan.

Nama pelatih tim nasional Amerika Serikat ini resmi masuk dalam bursa kandidat pelatih baru Tottenham Hotspur. Namanya semakin hangat dibincangkan setelah dia semapt bicara tentang koneksi spesial yang dimilikinya dengan Spurs. Momen ini sempat terekam dalam beberapa peristiwa.

Reaksi atas Seruan Penggemar

Dari laporan Seru88 Indonesia, menjelang pertandingan mereka melawan Newcastle United, Thomas Frank sempat dimintai pandangannya tentang komentar yang diberikan pelatih sebelumnay ini. Dia juga sempat dimintai tanggapan tentang nyanyian penggemar tentang mantan pelatih mereka.

Tentang dua topik sensitif ini, pelatih Spurs ini mengatakan kalau dia pernah bertemu dengan Mauricio  beberapa kali. Dia memandangnya sebagai sosok yang luar biasa dan pelatih yang luar biasa. Dia menganggap Mauricio sebagai sosok legenda di Tottenham. Tapi dia juga menegaskan kalau Pochettino bukan seorang pelatih yang pernah mempersembahkan trofi bagi tim ini. Memang dia sempat memainkan peran besar dalam proses transformasi untuk tim ini. Dia memegang peran besar ketika mengasuh tim ini dari fase yang sempat diragukan sampai mereka benar-benar nyaris bisa memenangkan Liga Primer. Di bawah arahan dari rekan sejawatnya ini, Spurs juga diakuinya berhasil melesat sampai ke partai final Liga Champions.

Tapi pelatih Spurs ini menekankan kalau ketika sebuah tim nyaris menang, artinya mereka nyaris menang. Terkadang dalam sepakbola, selisih seperti ini tetap bermakna. Dia mengakui kalau Pochettino menjalankan tugasnya dengan sangat baik disini dan berkembang menjadi legenda. Maka menurutnya kalau ada penggemar yang menyanyikan namanya, dia memang pantas untuk mendapatkan penghormatan ini.

Untuk sekarang, Thomas Frank mungkin harus terus berjuang untuk bisa mempertahankan perannya di tim ini. Tapi Pochettino belum akan bisa menjadi opsi mereka yang paling dekat kalau memang Spurs memutuskan untuk berpisah dengan pelatih kepala mereka sekarang dalam waktu dekat. Ada alasan kemungkinan ini yang paling bisa terjadi. Pochettino sampai sekarang masih terikat kontrak untuk bertugas sebagai pelatih kepala di tim nasional Amerika Serikat. Tugas ini masih harus dia jalankan paling tidak sampai setelah Piala Dunia 2026 berakhri. Dengan kondisi seperti ini, fokus utamanya sekarang adalah mengarahkan tim nasional AS untuk bisa mendapatkan hasil sebaik mungkin dalam Piala Dunia tempat mereka juga menjadi tuan rumah.

Kalau mempertimbangkan hal ini, komentar yang dilontarkan pelatih berusia 53 tahun ini mungkin mengindikasikan kalau memang dia tertarik untuk kembali ke porsi pelatih klub. Ini akan menjadi pertama kali bagi Pochettino untuk kembali sejak terakhir meninggalkan perannay di Chelsea dia khir musim 2023/24. Pochettino sempat menghabiskan waktu sekitar 5 tahun selama menjadi pelatih di Tottenham. Masa kerjanya di sini menjadi kenangan indah bagi tim ini karena mereka berhasil melaju ke partai final Liga Champions.

Tapi keberhasilan ini rupanya tidak menjamin masa depannya. Pemangku kepentingan di Spurs justru memilih untuk memberhentikannay di November 2019 ketika mereka gagal memenenangkan trofi. Tapi banyak orang beranggapan kalau hal ini sebenarnya keputusan salah karena sebenarnya masih ada tugas yang belum dia selesaikan. Kembali ke Spurs mungkin akan bisa terwujud kalau tim ini akhirnya mau mengambil langkah tegas dan berpaling dari Thomas Frank. Tapi paling tidak mereka harus menunggu sampai setelah Piala Dunia 2026 berakhir untuk menjalankan rencana ini.