Curtis Jones pernah memberikan gambaran yang paling jelas tentang arti menghidupi mimpi. Enam tahun lalu, dia tampil sebagai seorang pemain mudah dari sebuah kota, tampil mengesankan ketika mengalahkan juara di balik Jordan Pickford untuk mengamankan kemenangan 1-0 bagi timnya Liverpool di Piala FA atas lawan mereka yang sulit, Everton, di Stadion Anfield. Penampilannya berhasil menciptakan momen yang sebagian besar pemain lulusan akademi hanya bisa mimpikan dalam hidup mereka.
Berkarya di Liverpool
Jurgen Klopp dulu selalu berharap untuk bisa menjadikan Liverpool sebagai tim juara. Setiap langkahnya selalu dibuat dengan motivasi untuk menjadikan tim ini bisa membawa identitas yang kuat. DIa berharap mereka bisa menghadirkan emosi dan membangkitkan jiwa untuk setiap orang yang menyaksikan pertandingan mereka.
Dalam banyak cara, penggemar mereka akan banyak berutang budi kepada pelatih Jerman ini. Mereka harus bersyukur kepadanya karena berhasil membangkitkan dua orang lulusan akademi dengan kualitas yang luar biasa dalam diri Trent Alexander-Arnold dan Jones. Tapi sayang, nama yang pertama sudah memilih untuk meninggalkan mereka dan bergabung dengan Real Madrid. Sekarang penggemar mulai khawatir kalau yang satunya bisa saja pergi dari mereka di musim panas nanti.
Curtis Jones di Bawah Jurgen Klopp
Di bawah pemantauan dari Steven Gerrard, figur yang masih banyak dipandang sebagai gelandang modern terbiak Liverpool, Jones berkembang melalui didikan akademi mereka, mengembangkan kemampuan teknis dan menggiring bola secara alami yang kemudian membuat namanya melesat tinggi dibandingkan pemain muda lainnya. Jelas kemudian kalau pemain ini memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk langsung menempati peran di tengah tim senior.
Klopp kemudian memainkan peran besar dalam membenetuk fase berikutnya dari karir Jones. Selain memberinya kesempatan untuk tampil, mantan pelatih The REds ini memberikan gelandang ini kepercayaan dan dukungan emosional untuk percaya kalau dia memang berhak untuk berada di tengah para pemain profesional elite. Kesempatan ini sering kali terbukti menjadi modal penting yang dibutuhkannya seperti latihan taktis untuk para pemain muda agar bisa membangun karir mereka sendiri.
Dalam periode beberapa tahun setelahnya, Curtis Jones berkembang menjadi pemain yang cukup rutin bermain bersama tim utama. Dia memang belum bisa konsisten bergabung dalma tim dari menit pertama. Tapi pemain ini iselalu berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa yang dia miliki. Dia bisa bermain dengan ciamik sebagai gelandang atau pencetak gol, misalnya ketika dia mencetak gol dari upayanya sendiri tanpa asist. Momen ini terekam ketika mereka menang telak 5-1 dari West Ham United. Gol ini mengingatkan semua penggemar tentang bakat luar biasa yang terpendam dalam barisan pemain The Reds.
Pemain yang sama adalah sosok pesepakbola yang mungkin akan lebih bisa mendapatkan apresiasi lebih baik seandainya dia tampil di tim kejuaraan utama Spanyol. Karirnya mungkin akan lebih baik disana karena pola permainannya yang kental dengan kendali, kecerdasan, dan kemampuan teknis daripada sekadar tenaga kasar. Kalau saja dibandingkan dengan Pedri dari Barcelona terlihat terlalu berlebihan, ada kesamaan dalam ketenangan, kendali dekat, dan insting bermain serta pemahaman ritme bermain yang ada dalam diri dua pemain ini.
Menurun di Bawah Arne Slot
Curtis Jones memang telah menjalani 46 pertandingan pada musim lalu dan saat ini tinggal 1 pertandingan lagi untuk mencapai jumlah yang sama. Tapi ada rasa khawatir kalau Arne Slot masih belum mengoptimalkan perannya sebagai pllar utama di bagian gelandang. Terkadang kalau bicara tentang Liverpool, jumlah pertandingan bisa saja menyamarkan perbedaan antara pemain yang benar-benar dipercaya dengan mereka yang hanya sekadar digunakan.
Benar kalau Curtis Jones telah mencatatkan waktu bermain 2490 menit, yang terlama di sepanjang karirnya untuk musim ini saja. Tapi angka ini masih belum bisa menyandingi torehan dari Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, sampai Dominik Szoboszlai di peran sebagai gelandang. Angka yang masih harus dia kejar ini menimbulkan pertanyaan tentang cara dia dipandang secara internal tim ini.
Sebagian dari rasa khawatir di tengah penggemar muncul dari anggapan kalau pemain ini lebih sering beerperan sebagia gelandang yang lebih tajam dan lengkap daripada sebagian pemain lain di musim ini. Tapi dia hanya sebatas mendapatkan 14 kesempatan bermain dari menit pertama di Liga Primer. Waktu yang terbatas menimbulkan kesan kalau dia tidak mendapat kesempatan optimal untuk membuktikan kemampuannya bersama mereka.
Selama bursa transfer di bulan Januari, Curtis Jones sempat dikaitkan dengan rencana pindah sementara ke Inter Milan. Memang dipahami kalau Liverpool waktu itu belum berencana untuk memberikan izin pergi di tengah musim. Tapi kemunculan rumor ini mengingatkan kalau tim-tim elite Eropa sadar tentang bakat dan kemampuan elite yang dimiliiki pemain ini. Sedangkan kalau bicara tentang karirnya, pemain Liveprool ini masih terikat kontrak untuk bersama mereka sampai 2027 yang akan datang. Tapi kalau perannya bersama mereka tidak berubah signifikan, maka spekulasi tentang masa depannya di Anfield akan sangat wajar kalau kemudian bertumbuh.
Meninggalkan merkea mungkin akan mewakili atau menunjukkan langkah emosional dari seorang pemain yang bergabung dengan mereka dari umur 9 tahun tapi tidak mendapat kesempatan optimal untuk berkembang. Karir dalam dunia sepakbola memang singkat dan jika seorang pemain tidak bisa tampil dengan reguler, maka relasi erat yang terbentuk akan dibenturkan dengan hasrat profesional untuk terus mengembangkan karir. Sekarang, selain Inter Milan, sudah ada Aston Villa yang juga tertarik dengan pemain ini. Dengan nama yang terus bertambah, Liverpool ungkin sekarang akan benar-benar mempertimbangkan kalau mereka akan memberikan lampu hijau kedua untuk pemain lulusan akademi mereka untuk kembali pergi setelah yang mereka lakukan dengan Trent Alexander-Arnold.
Liverpool mungkin sedang berhadapan dengan masalah menahun dii bek kanan mereka musim ini. Jeremie Frimpong berulan gkali mengalami masalah cedera dan Conor Bradley harus absen sampai musim selesai. Kondisi ini memaksa Slot untuk bisa menemukan solusi yang bisa merkea manfaatkan dengan segera.
Beberapa kali mereka menggunakan Szoboszlai di beberapa pertandingan. Tapi Slot mungkin telah menyingkap fakta yang lebih menarik daripada menggunakan Curtis Jones disana. Pemain ini terlihat memiliki ketahanan tekanan lawan, keamanan teknis, dan kewaspadaan ruang yang lebih baik daripada tuntutan modern untuk seorang pemain bek. Dari pengamatan kami, pemain Liveprool ini jarang menyerahkan bola yang dikendalikannya dengan begitu saja. Dia akan menggiring bola dengan gerak yang terukur dan yang terpenting, dia memiliki kemampuan untuk menahan tekanan lawan sebelum dengan mulus mengoper bola kepada pemain yang lain. Kemampuan ini menjadi salah satu asist paling berharga yang sering diterima Alexander Arnold, membuat namanya menjadi salah satu pencetak gol handal mereka.
Slot dengan cepat memuji namanya setelah mereka menang terakhir kali melawan Crystal Palace. Dia bahkan memandingkan Curtis Jones dengan mantan pemain mereka yang pindah ke Real Madrid. Keduanya menjadi pujian dan pertanda kalau pelatih Liverpool ini bisa saja menggunakannya lebih sering di masa yang akan datang.

